Romantisme Tugu Jogja, Belum ke Jogja kalau Belum Ke Tugu Jogja

Romantisme Tugu Jogja, Belum ke Jogja kalau Belum Ke Tugu Jogja

mbokdolan.com - Sudah bukan rahasia umum lagi, semua orang pasti setuju ya kalau setiap sudut Jogja pasti romantis dan ngangenin banget buat kita yang pernah singgah atau tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu hal yang tak terlupakan adalah tentang Tugu Jogja yang juga menjadi landmark ikon kota. Tugu Jogja menjadi tempat favorit semua orang. Bahkan terlontar ungkapan, belum ke Jogja kalau belum ke Tugu Jogja.  Betul banget kan? Jadi jangan ngaku ke Jogja dulu ya, kalau belum berfoto di Tugu Jogja.

Tugu Jogja berada di tengah-tengah perempatan Jalan Soedirman, Jalan Am Sangaji, Jalan Diponegoro, dan Jalan mangkubumi. Di tengah perempatan tersebut, Tugu Jogja berdiri tegak. Baik malam maupun siang hari, Tugu Jogja tak pernah sepi dari pengunjung. 

Filosofis Keberadaan Tugu Jogja

Untuk meresapi lebih dalam makna filosofis tugu dan kandungannya, anda bisa duduk di bangku yang tersedia sambal menghadap Tugu Jogja berada. Selain itu, ada sejarah asal usul pembangunan Tugu Jogja yang tersedia di pojok kompleks Tugu Jogja. Di sana ada miniature yang menunjukkan rangkaian jalur garis imaginer dari Gunung Merapi, Museum Gunung Merapi, Monumen Jogja Kembali, Tugu Jogja, Alun-alun utara, Keraton Jogja, Alun-alun selatan, Panggung Krapyak, dan Pantai Selatan Parangtritis.  

Sejarah Awal Mula Tugu Jogja

Tugu Jogja awal mulanya disebut dengan Tugu Golong Gilik dengan makna sebagai Manunggaling kawula lan gusti. Filosofi jawa ini mengajarkan kepada kita sebagai manusia agar memilliki semangat persatuan antara pemimpin dan rakyat. Filosofis ini juga terangkai dalam bentuk arsitektur bangunan tugu berbentuk tiang silinder dan bentuk bulat pada atapnya. Namun bentuk tersebut kini sudah berbeda. Hal ini terjadi karena pada tanggal 10 Juni 1867 terjadi gempa dan menyebabkan Tugu Golong Gilig dengan ketinggian 25 meter runtuh. Sebagai gantinya, bersama kolonial belanda Tugu Golong Gilik dibangun kembali dengan mengusung konsep arsitektur yang berbeda pada tahun 1889. Tugu Jogja saat ini berbentuk kerucut dengan ciri khas puncaknya sangat runcing. Tinggi Tugu Jogja kini hanya berukuran tingginya sekitar 15 meter. Kolonial Belanda menyebut Tugu Jogja ini dengan nama De Witt Paal atau Tugu Pal Putih. 

Begitulah sekelumit kecil cerita sejarah dibalik pembangunan Tugu Jogja. Pasti banyak kisah tentang Tugu Jogja ini. Saksi Bisu yang terus tercipta diantara rangkaian bergantinya siang dan malam yang terus bergulir menyapa Tugu Jogja dan wisatawan. Jogja memang begitu romantis dari masa ke masa.
Sudah ke Tugu Jogja? Datang dan Berfoto ya di Tugu Jogja. Jangan lupa upload di Instagram dengan tag @tuguJogjakarta #TuguJogjakarta. Terima kasih.

Dapatkan Artikel Update Gratis

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel